Halaman

Sabtu, 03 Maret 2012

Cerita Lama yg hampir Terlupakan

Ini adalah cerita Tahun 2000, yang pernah saya poskan di web saya yang saya pikir sudah hilang, tapi berkat MBAH GOOGLE akhirnya ketemu lagi deh....Begini ceritanya


Gua adalah seorang Regional Consultant Dana Pembangunan Kabupaten Kota yang bertugas untuk melatih dan membina Aparat Daerah dalam pelaporan Proyek-proyek yang telah dilaksanakan didaerah tersebut. Dan kebetulan gua ditempatkan oleh koordinator gua di Propinsi Kalimantan Tengah, kantor gua adalah KOGAS DRIYAP KONSULTAN yang mendapatkan proyek ini dari DEPARTEMEN DALAM NEGRI dan OTDA. Awalnya gua sedikit takut dan kaget sewaktu gua ditempatkan di Propinsi Tambun Bungai ini tapi dengan bekal yang ada dan keyakinan serta do'a gua dapat melaluinya dengan baik walaupun tersendat-sendat.
Gua menginjakan kaki gua ke Palangka Raya pada hari Jum'at pagi Tanggal 12 Oktober 2000 kira-kira jam 07.30 WIB, naik Pesawat dari Jakarta jam 06.20 WIB. Sampai di Palangka Raya yang  pertama gua temuin adalah RC DPP gua yaitu Tomy (Thomas Indra Utama) atau lebih dikenal dengan MT yang udah duluan sampai yaitu kira-kira satu minggu sebelum gua berangkat, dia kebetulan kos di Komplek Universitas Palangka Raya  yaitu di rumahnya bpk. Ganjaran Noer, MA. PHD. di Jl. W. Coenrad No. A 2 II E Tanjung Nyaho 73112 telp. 0536-38865.
Dari Bandara Cilik Riwut gua berangkat ke kosan dan kebetulan ada tempat yang kosong lalu langsung aja gua kos disana. Besoknya gua bareng sama MT berangkat ke Kantor Gubernur dengan tujuan ke Biro Bina Penyusunan Program Dati II dan gua dikenalin sama Kabag Dati II yaitu Bpk. Yulius During Tundan dan para stafnya. Setelah dari Kantor Gubernur gua ke Bappeda bertemu dengan Pimpro DPP dan DPKK yaitu dari Bidang Ekonomi Bpk. Mudianson H. Leman SE. Dari situ gua tau kalau disini ada keanehan yaitu kenapa kok masalah pelaporan ke Bidang Ekonomi bukan ke Bidang Statistik dan Pelaporan ??? kebetulan pada saat itu bidang Stapel sedang Tour Ke Jawa dan Sumatra hadi hari itu gua enggak bisa nemuin orang-orang di bidang Stapel.
Dengan Bpk. Mudianson ini kami (gua sama MT) membicaran mengenai pelatihan SIP DPP dan DPKK versi 4 Windows, pada waktu ityu sepertinya bapak Mudianson ini tidak ada minat tapi dengan kegigihan dan lobi yang cukup melelahkan akhirnya pelatihan diadakan juga baik itu SIP DPP maupun SIP DPKK, Pelatihan untuk DPP diadakan pada tanggal 16 - 18 Oktober 2000 mulainya jam 14.00 sampai jam 16.00 dengan peralatan pelatihan apa adanya dan komputer terbatas, pelatihan DPKK tanggal 6 - 9 November 2000 bertempat di Ruang asistensi III Kantor Gubernur  dengan peralatan Komputer 1 komputer 1 Kabupaten dengan  6 orang tiap kabupatennya yaitu 2 orang bipram 2 orang Bappeda dan 2 orang Dinas PU, semua kabupaten yang ada di Ka-Teng datang kecuali Kabupaten Barito Utara. Disini gua ngajarin mengenai SIP DPKK dan juga SIP BPJK (walaupun gua baru tau). Untungnya saat pelatihan enggak ada trouble yang berarti sehingga lancar-lancar aja, dan selanjutnya setalah pelatihan itu gua berkunjung ke tiap-tiap kabupaten yang ada di Kal-Teng untuk monitoring hasil pelatihan dan pengambilan data UR, RD dan RFK perbulan serta APBD Perubahan per kabupaten dan juga UR 2001. Kabupaten yang pertama gua kunjungin adalah Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya (Home Base).


Barito Utara
Gua berangkat bersama staf dari bipram propinsi yaitu Bpk Suka Priyana ke Barito Utara menggunakan Pesawat DC 9 atau dibacanya lebih dikenal dengan Diisi 9 karena memang penumpangnya hanya 9 orang, dan gua duduk di depan samping Pilot dan bapak suka di belakang, ini adalah pengalaman terbang yang pertama menggunakan pesawat kecil dan duduk didepan  jadi co-pilot. Barito Utara  Ibukotanya adalah Muara Teweh, sampai di sana kami  langsung nginep di Hotel Pasific (sekarang terbakar) depan Sungai Barito dan pasar. sampai dihotel kira-kira jam 09.30 WIB kami hanya menyimpan tas lalu langsung ke Kantor Bupati menemui Bipram Kabupaten dan bertemu dengan Kabag serta operatornya lalu ke Bappeda kabupaten membicaran mengenai pelatihan SIP DPKK, besoknya gua langsung memberikan pelatihan, dan awalnya mereka antusias tapi karena banyak kerjaan dan tidak tahu mengapa para operatornya malas untuk membantu gua, gua kesel tapi gua simpan dalam hati aja, yang penting data yang gua butuhin ada. Di Barito Utara gua dapat simpulkan kalau Bipram dan Bappedanya kurang kompak karena UR dan RD yang dibuat Bappeda tidak pernah di kasihkan ke Bipram sehingga bipram mengerjakan RFKnya langsung melihat dari APBD, jadi bipram menginput lagi RD nya dengan tidak melihat UR nya. Udah gitu Bipram mau digabung ke Bappeda.  Setelah dari Bariton Utara gua langsung ke Barito Selatan menggunakan mobil carteran.
Dengan mobil carteran kami (gua dgn Bpk. Suka) menelusuri jalan-jalan yang panjang dan berliku-liku yaitu kira-kira 300 KM dengan kanan-kiri  hutan-hutan yang banyak monyetnya.
Barito Selatan
Gua sampe juga di Bunthok, Ibukotanya Kabupaten Barito Selatan, dan gua nginap di Hotel LInda (belakang Pasar) dan disana agak mendingan aparatnya karena udah kenal sewaktu pelatihan jadi welcome aja deh, dan gua ngambil data dengan lancar tapi ada yang kasian juga gua yaitu Bappeda Kabupaten kehilangan komputer, komputernya datanya di curi orang dan disket back upnya rusak sehingga data UR 2001 yang sudah dibuat hilang juga jadi harus input dari ulang lagi dan butuh waktu yg lama pula. Tapi yang penting data yang gua butuhin ada, dan disini juga sama dengan di Barito Utara yaitu kalau Bipram dan Bappedanya kurang kompak karena UR dan RD yang dibuat Bappeda tidak pernah di kasihkan ke Bipram sehingga bipram mengerjakan RFKnya langsung melihat dari APBD, jadi bipram menginput lagi RD nya dengan tidak melihat UR nya.
Dari Barito Selatan gua pergi dengan bis malem ke Banjarmasin (Kal-Sel) (kalau mau ke Kapuas melewati Banjarmasin dahulu, jadi sekalian jalan-jalan) kira-kira 350 KM
Banjarmasin
Sampai di Banjarmasin kira-kira jam 06.00 WITA atau jam 05.00 WIB, gua berpisah sama bpk suka, dia langsung pulang ke Palangka Raya dan gua jalan-jalan dulu di Banjarmasin. Di Banjarmasin gua menghubungi temen gua RC DPKK namanya Tedy, dia temen gua SMA juga dan lebih dikenal dengan sebutan Pengo. Dan gua nginep di Banjarmasin di Hotel Bina Subur, di Banjarmasin gua siangnya langsung ke Kantor Gubernur Banjarmasin karena disana temen-temen RC DPKK lagi pada sibuk masuk-masukin data ke versi 4 dan Alhamdulillah gua ke Banjarmasin enggak sia-sia untuk jalan-jalan aja tapi juga ngebantuin temen-temen dalam memasukan data dan ada juga system yang bermasalah. Besoknya dateng RC DPP gua yaitu MT sama RC KSP yaitu Egie dateng ke Banjar, ceritanya mau jalan-jalan juga.
Disana kita juga dikenalin sama temennya Tedy yang bernama Udin, nah kita diajak jalan-jalan sama Udin pake mobilnya keliling Kota Banjarmasin dan juga pagi-pagi sekali kita jalan-jalan pake klotok (sampan) ke pasar terapung, Seru banget deh trus pagi-pagi pinggir sungai banyak yang mandi lagi....asyik deh ngeliatnya....
Udah puas keliling Banjarmasin gua pergi ke Kapuas dan MT sama Egie kembali ke Palangkaraya, tapi dari Banjarmasin kita sama-sama ke kapuas menggunakan speed boat menelusuri sungai dan di Kapuas kita pisah, gua ke Kapuas, MT dan Egie pergi lagi ke Palangka Raya.
Kapuas
Di Kapuas ibukotanya Kuala Kapuas, gua nginep di Hotel Walet dan malemnya gua ketemu di hotel dengan bpk During (kabag Bipram)karena udah janjian sebelumnya. Dan besok paginya gua pergi ke Kantor Bupati Kapuas  dengan diantar oleh bpk during, disana enggak menemui hambatan, karena operatornya udah kenal gua jadi gua enggak menemui hambatan, dan gua langsung ke Bappeda kabupaten, disana juga enggak nemuin hambatan tapi system versi 2 di bappeda rusak terkena virus, jadi pembuatan UR 2001 menggunakan manual saja, disini  ada hambatan, yaitu Bappedanya malas lagi membuat UR, dikarenakan harus input ulang lagi ke versi 4 dan juga enggak ada instruksi dari atasan untuk membuat UR menggunakan versi 4 jadi ya....manual aja deh..tapi diusahakan akan dibuatkan UR 2001 versi 4. Disini masalahnya sama dengan kabupaten yang diatas tadi yaitu  kalau Bipram dan Bappedanya kurang kompak karena UR dan RD yang dibuat Bappeda tidak pernah di kasihkan ke Bipram sehingga bipram mengerjakan RFKnya langsung melihat dari APBD, jadi bipram menginput lagi RD nya dengan tidak melihat UR nya. Tapi yang penting data yang saya butuhkan ada jadi gak masalah.....
Dari Kapuas saya menuju ke Palangka Raya karena memang kalau ingin ke Kotawaringin Timur harus melewati Kota Palangka Raya kembali, dari Kapuas jalanannya rusak banget dan sangat parah malah kalau musim hujan bisa banjir dan mobil atau apalagi motor tidak dapat melewati jalan tersebut dan harus menunggu sampai airnya surut.
Dari Palangka Raya gua menuju Kotawaringin Timur, dan jalannnya rusak juga tapi tidak separah jalanan menuju Kapuas, dan kira-kira perjalannya sampai 300 KM.
Kotawaringin Timur
Sampai di Kabupaten Kotawaringin Timur yang beribukota Sampit ini malem hari, dan gua susah banget nyari hotel, karena hotel disana rata-rata penuh soalnya ada Kapal yang mau ke Jawa besoknya, Akhirnya gua dapet hotel juga yaitu Hotel Permata Indah, Besoknya gua langsung ke Kantor Bupati dahulu lalu ke Kantor Bappeda dan
gua diterima dengan baik, itu karena gua udah kenal sama operatornya dan juga disini bappeda dan bipramnya enggak sudah kompak dan terjalin baik kerjasamanya tapi membuat UR 2001 banyak yang data keuangannya kosong atau PM (Prime moneistry) atau masih dalam pembahasan jadi ya...gua ambil aja data apa adanya dari mereka. Dan disini gua nilai baik soal kerjasama antara bipram dan bappedanya.
Dari Kotawaringin Timur gua menuju ke Kotawaringin Barat dengan jarak sekitar 600 KM dengan jalanan yang sangat parah dan rusak serta banyak lobangnya.
Kotawaringin Barat
Sampai di Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota Pangkalan Bun malem hari juga dan disini gua nginep di Hotel Thamrin, dan disana enggak menemukan hambatan dan juga Bappeda dan Bipramnya sudah kompak karena mungkin kantornya berdekatan, dan juga disana gua benerin komputernya PU dan Bappeda. Dan yang penting gua ngambil data lancar ok....
Dari Pangkalan Bun gua kembali ke Sampit lalu langsung ke Palangka Raya, Home Base gua  sendiri, tapi perjalan baliknya yang gua cape yaitu jalanannya yang tadi diceritain rusak banget dan gua kapok benget ngelewatin jalan itu, capeeeeeee deh........
Palangka Raya
Di Kota Palangka Raya  gua ngambil data lancar dan sedikit ngebenerin system yang ada di Bipram dan Bappeda, dan menurut laporan di Palangka Raya tadinya Bappeda dan Bipram tidak kompak tapi katanya sekarang sudah mulai kompak dan juga perlu diketahui bahwa kantor Bupati Kota Palangka Raya sedang di renovasi karena kena musibah kebakaran.Yang penting data yang gua butuhin lancar ,.........
Demikian pengalaman saya di Kalimantan Tengah, yang setelah saya pulang ke Jakarta, terjadi kerusuhan di Kota Waringin Timur tepatnya di Sampit

1 komentar:

  1. tahun berapa terbakanya hotel pacifik pa ????? kebakaran itu cerita tahun 1990 , , klu sekarang hotelnya mah bagus banget










    BalasHapus