Halaman

Jumat, 22 Januari 2010

Arloji dan Serbuk Kayu

Seorang tukang kayu yang sedang berkerja, tiba-tiba secara tak sengaja arlojinya terjatuh dan terbenam diantara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama, ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-temannya juga turut membantu mencarinya, namun mereka tetap tidak dapat menemukan arloji kesayangannya.
Ketika tiba waktu istirahat, para pekerja berhenti mencari dan meninggalkan ruangan tempat kerja mereka. Saat itu ada seorang anak yang dari tadi memperhatikan para pekerja-pekerja tadi mencari arloji tikang kayu tersebut.
Kemudian anak kecil mendekati tumpukan serbuk kayu, menjongkok dan mencari. Tak berapa lama kemudian anak itu menemukan arloji tersebut dan memberikan kepada tukang kayu.
Tukang kayu sangat senang arlojinya telah ditemukan, tapi dia juga heran, karena anak itu berhasil menemukannya seorang diri, sementara tadi tukang kayu bersama banyak orang mencari dengan susah payah malah tidak ketemu.
Bagamana caranya engkau mencari arloji ini?
Tanya si tukang kayu.
Saya hanya duduk secara tenang dilantai. Dalam keheningan itu saya mendengar bunyi tok-tak, to-tak. Dengan itu saya tahu dimana arloji itu berada.
Anak itu menjawab :
"Kadang ditengah kesulitan kita, kita perlu untuk mengambil waktu sejenak dalam keheningan untuk intropeksi diri dan berdoa kepada Tuhan. Ditengah keheningan Anda dapat mencurahkan semua isi hati Kita kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membukakan jalan."

from my brother Herizal Alwi

Minggu, 17 Januari 2010

Makna Cinta

Tidak ada yang seperti itu pernah ada di dunia.

Cinta tidak dengan pikiran tapi dengan hati.

Cinta sendiri dapat mengisi hati kita.

Cinta sendirian mengikat setiap hubungan.

Hal ini tidak dihiasi dengan bahan.

Tapi dengan hanya mencintai apa-apa lagi.

Cinta itu buta namun membawa kita kepada cahaya.

Tidak ada kekuatan berani menghadapi cinta.

Cinta mencerahkan kegelapan kehidupan.

Cinta adalah terlihat di mata.

Cinta memberikan makna persahabatan dan kepercayaan.

Seperti matahari sebagai wewangian seperti fajar emas.

Pelukan kehangatan dan senyum yang sejati dan keindahan.

Cinta adalah sesuatu yang Anda telah memberikannya pergi

Dan tidak pernah mengharapkan apa-apa di kembali.

Satu dapat mengalahkan universal terbesar kaisar

Tetapi tidak berani untuk mengalahkan dicintai maupun non bisa.

Sejati mencintai jauh lebih berat daripada berat seluruh alam semesta.

Orang dapat mengasumsikan dimensi alam semesta tetapi tidak seorang pun dapat menyandang

Mencintai maupun dimensi non bisa.

Mencintai tidak pernah melihat kasta, warna dan tidak pernah membedakan antara dua orang.

Di mana ada kepercayaan akan ada cinta.

Jangan pernah mencoba untuk menguji cinta sejati yang sangat sulit untuk melupakan.

Anda tidak dapat melihat kasih dan menyentuhnya.

Cinta hanya dapat ditebang

Setiap pengorbanan tertinggi di dunia ini di belakangnya akan ada cinta.

Dan kita manusia ada di dunia ini adalah karena cinta.

Diangkat dari karya Herizal Alwi